IPOL.ID – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus yang biasa dipanggil dr. Benny, menegaskan strategi deteksi dini tuberkulosis (TBC) yang agresif, masif, hingga menjangkau tingkat rumah tangga.
Penegasan ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja percepatan eliminasi TBC di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, bertujuan untuk melihat langsung pelaksanaan program kesehatan di daerah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC.
Melalui pendekatan baru tersebut, pemerintah fokus terhadap perubahan paradigma penanggulangan TBC dari pasif (menunggu pasien datang) menjadi aktif (mendatangi sumber penularan). Langkah ini diambil guna menekan tajam angka infeksi yang masih tinggi demi mengejar target eliminasi pada 2030.
Wamenkes Benny menekankan pentingnya penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) melalui strategi deteksi dini yang lebih masif. Ia menargetkan 100 persen kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa untuk memastikan penanganan komprehensif sejak dini sekaligus memutus mata rantai penularan.
