Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Iran, China Rusia Abstain, Bagaimana Posisi Indonesia?
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Internasional > Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Iran, China Rusia Abstain, Bagaimana Posisi Indonesia?
Internasional

Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Iran, China Rusia Abstain, Bagaimana Posisi Indonesia?

Sikap RI diambil karena rancangan resolusi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keberimbangan dalam menyikapi konflik di Timur Tengah.

Timur
Timur Published 16 Mar 2026, 14:35
Share
3 Min Read
Iran
Ilustrasi. Foto: Shutterstock.
SHARE

IPOL.ID – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadopsi resolusi yang mengutuk keras serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk dan Yordania di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Resolusi tersebut disahkan dalam pemungutan suara pada 11 Maret 2026 di markas PBB, New York.

Dalam voting tersebut, 13 dari 15 anggota DK PBB menyatakan dukungan, sementara dua anggota tetap yakni Rusia dan China memilih abstain. Resolusi itu menuntut Iran segera menghentikan seluruh serangan serta provokasi militer terhadap negara-negara tetangga. “Kita sendiri menyatakan tidak menjadi co-sponsor atas resolusi DK-PBB yang mengecam Iran. Kita harus berimbang dan tetap kedepankan perdamaian melalui diplomasi,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Nabyl A. Mulachela dalam siaran pers nya pada akhir pekan lalu( 13/03/2026).

Dokumen resolusi menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran hukum internasional serta ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan global. DK PBB juga menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di kawasan Teluk serta hak mereka untuk membela diri sesuai Piagam PBB.

Serangan yang dimaksud terjadi setelah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Aksi balasan Iran disebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis dan wilayah negara-negara di kawasan Teluk, sehingga memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

Baca Juga

Foto: Kemendikdasmen
Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh
BRIN – KemenPAN-RB Uji Instrumen Kompetensi Digital ASN, Kejar Target 90 Persen di 2029
TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

Meski resolusi tersebut mendapat dukungan mayoritas anggota Dewan, Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara. Kedua negara menilai pendekatan resolusi itu tidak sepenuhnya mencerminkan kompleksitas konflik dan berpotensi memperkeruh situasi diplomatik di kawasan.

pada bagian lain, Indonesia mengambil sikap berbeda. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Indonesia tidak ikut menjadi co-sponsor dalam Resolusi DK PBB Nomor 2817 yang mengecam Iran.

 Nabyl A. Mulachela menegaskan keputusan tersebut diambil karena rancangan resolusi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keberimbangan dalam menyikapi konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia menegaskan tetap mendukung upaya diplomasi dan de-eskalasi konflik di kawasan. Jakarta juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog guna mencegah meluasnya konflik yang dapat mengancam stabilitas global.

Langkah DK PBB tersebut menunjukkan tajamnya perbedaan sikap di antara kekuatan besar dunia terkait konflik Iran dan sekutunya, sekaligus memperlihatkan posisi sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang mendorong pendekatan lebih seimbang dalam penyelesaian krisis di Timur Tengah. (tim)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: AS-Israel, Dewan Keamanan PBB, donald trump, Iran Israel, Kabinet Merah Putih, kemenlu ri, konflik timur tengah, kutuk israel, palestina, PBB kutuk Iran, Perang Iran Vs AS-Israel
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan Geledah Rumah Hingga Kantor Dinas, KPK Temukan Uang Terkait Korupsi Bupati Rejang Lebong
Next Article Match Result FFCM SEA 2026 Spring Langkah Wakil Indonesia Terhenti, P Esports Menangkan FFCM SEA 2026 Spring

TERPOPULER

TERPOPULER
Persita Tangerang. Foto: Instagram @persita.official
HeadlineOlahraga

Laga Krusial Persita Vs PSIM di Bantul

HeadlineOlahraga
Evaluasi Hasil Tim Thomas Indonesia di Thomas & Uber Cup Finals 2026, PBSI Mohon Maaf! aja
30 Apr 2026, 12:56
Olahraga
Presiden IFMA Sampaikan Ucapan Resmi dan Dukungan Penuh untuk Kepemimpinan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
30 Apr 2026, 18:19
Kriminal
Wanita Lansia Ditemukan Tewas di Pekanbaru, Diduga Korban Perampokan
30 Apr 2026, 22:29
Olahraga
MilkLife Festival SenengMinton 2026: Purwokerto Kota Pembuka Untuk Bangun Fondasi Cinta Pada Bulutangkis Sejak Usia Dini
30 Apr 2026, 19:13
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?