IPOL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara blak-blakan menyatakan keinginannya untuk menguasai cadangan minyak Iran.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Minggu (29/3), Trump menyebut pengambilan alih sumber daya energi Teheran sebagai “langkah favoritnya” di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil alih minyak di Iran,” ucap dia.
Ia bahkan melabeli para pengkritik gagasannya sebagai sosok yang “bodoh” dan membandingkan rencana ini dengan strategi AS di Venezuela saat upaya pengendalian sektor minyak di bawah kepemimpinan Nicolás Maduro.
Namun, berbeda dengan Venezuela, skenario terhadap Iran disinyalir akan melibatkan kekuatan militer langsung.
Fokus utama dilaporkan tertuju pada Pulau Kharg, titik nadi ekonomi Iran yang mengelola sekitar 90 persen ekspor minyak Iran di dekat Selat Hormuz.
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa opsi pengiriman pasukan darat ke pulau strategis tersebut tengah digodok secara serius oleh Pentagon.
