IPOL.ID – Distribusi gas melon atau elpiji 3 kg selama ini dinilai masih belum tepat sasaran. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah mendesak agar pemerintah menerapkan sistem verifikasi biometrik, seperti sidik jari hingga retina mata bagi setiap pembeli gas bersubsidi.
Mekanisme ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan data sentral. Sehingga subsidi energi benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang berhak.
“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung elpiji 3 kg,” kata Said, Senin (6/4).
Usulan ini muncul di tengah wacana pengurangan subsidi BBM akibat tekanan harga minyak dunia yang membengkak. Politisi PDIP tersebut dengan tegas menolak opsi pemangkasan subsidi BBM.
Menurutnya, daripada mengusik hajat hidup orang banyak di sektor bahan bakar, pemerintah seharusnya membenahi kebocoran pada distribusi elpiji.
