IPOL.ID – Ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Kesepakatan ini tercapai setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Keputusan tersebut diambil menyusul kesiapan Teheran membuka akses penuh dan aman di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Kesepakatan ini lahir dari diskusi antara Donald Trump dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Pakistan berperan sebagai jembatan komunikasi di tengah buntunya dialog antara Washington dan Teheran.
“Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ucap Trump dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/4).
Trump menyebut penghentian operasi militer bersifat “dua arah”, meski tidak merinci keterlibatan pihak lain seperti Israel dalam kesepakatan tersebut.
