IPOL.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf menegaskan wacana skema ‘war tiket’ haji tidak akan menghapus atau mengganggu antrean jemaah yang sudah berjalan.
Penegasan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat, terutama bagi jemaah yang telah menanti keberangkatan selama belasan tahun.
“Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Itu tetep jadi buat jemaah, jemaah yang udah antre 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun enggak perlu khawatir,” ucap Gus Irfan, Selasa (14/4).
Menurutnya, wacana ini muncul sebagai salah satu upaya pemerintah mencari terobosan untuk memangkas masa tunggu haji Indonesia yang kian panjang.
“Yang jelas kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini,” ujarnya.
Namun, karena istilah ‘war tiket’ memicu polemik di masyarakat, pemerintah memutuskan untuk menghentikan pembahasannya sementara hingga penyelenggaraan haji 2026 selesai.
Gus Irfan menambahkan ke depannya pembahasan akan tetap dilanjutkan, namun dengan penggantian istilah yang lebih tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
