IPOL.ID – Data Kemenkes 2025 menunjukkan sekitar 1,5 persen anak berusia 15 tahun di Jakarta mengalami depresi. Guna menanggulangi hal itu, anggota Komisi E DPRD DKI, Jakarta Yudha Permana menilai layanan konseling online yang dimiliki pemerintah provinsi perlu penguatan.
Mengingat, 1,5 persen berada di atas rata-rata nasional. Secara nasional, prevalensi angka depresi di Indonesia hanya tercatat 1,4 persen.
“Jakarta sudah punya kanal konseling digital, tapi perlu diperluas agar lebih mudah diakses warga,” ujar politisi Gerindra itu, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, layanan seperti JakCare yang disediakan Dinas Kesehatan DKI melalui Aplikasi JAKI dan hotline 0800-1500-119 menjadi fondasi penting.
Sebab, layanan itu memberi ruang aman bagi warga. Layanan yang tertutup dan tanpa biaya itu perlu dikembangkan agar jangkauannya lebih luas.
“Tidak semua orang nyaman bertemu psikolog secara langsung. Sehingga konsultasi daring yang sudah ada harus dioptimalkan,” bebernya.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI itu menjelaskan, layanan digital dapat mempercepat deteksi dini.Terutama, kata dia bagi warga yang mengalami tekanan pekerjaan, persoalan sekolah, kondisi keluarga, atau interaksi sosial yang memicu kecemasan.
