IPOL.ID-Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) kembali menghadirkan program Olympic Movement in Action (OMIA) 2026 yang digelar di kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan NOC Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai Olympism sekaligus memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat.
Melalui OMIA 2026, NOC Indonesia menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata berbicara tentang kemenangan. Lebih dari itu, olahraga adalah tentang proses, pembentukan karakter, serta perjalanan panjang yang membentuk seorang atlet hingga mencapai prestasi tertinggi.
Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Ismail Ning, menegaskan pentingnya pemahaman tersebut dalam membangun ekosistem olahraga nasional.
“Dalam sebuah pertandingan, menang memang penting, tetapi bukan satu-satunya tujuan. Yang paling utama adalah proses yang dijalani. Dari situlah nilai sejati olahraga terbentuk, yakni tentang friendship, respect dan excellent,” ujar Ismail Ning.
Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi langkah strategis. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali memiliki rekam jejak dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi serta didukung oleh ekosistem olahraga yang terus berkembang, di antaranya Maria Londa, Olympian lompat jauh Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Rio Waida surfer yang tampil di Paris 2024.
