IPOL.ID – Skema latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kembali menuai sorotan. Kali ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin mengungkap porsi anggaran untuk pelatihan militer terlalu besar dan tidak sejalan dengan kebutuhan pekerjaan para peserta.
Hasanuddin membeberkan, biaya pelatihan untuk setiap calon manajer Kopdes diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta dialokasikan untuk latihan militer, sedangkan Rp15 juta digunakan untuk pembelajaran materi pengelolaan koperasi.
“Sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi, katanya, Senin (29/6).
Nah, komposisi anggaran tersebut tidak efisien karena sebagian besar dana justru terserap pada kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan tugas utama seorang manajer koperasi.
Berdasarkan rancangan pelatihan selama 45 hari, peserta dijadwalkan mengikuti latihan militer selama 30 hari dan pembelajaran substansi koperasi selama 15 hari.

