IPOL.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hakikat keamanan nasional yang sejati tidak hanya diukur dari ketiadaan tindak kejahatan, melainkan dari adanya rasa aman dan jaminan bagi masyarakat, termasuk untuk dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Hadir langsung menyaksikan jalannya upacara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar.
“Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, perusahaan berani berinvestasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, ekosistem yang kondusif dan penuh rasa saling menghormati antar-pemeluk agama merupakan salah satu kekuatan utama stabilitas keamanan Indonesia yang harus terus dijaga secara kolektif.

