Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dari Laboratorium ke Pasar, 15 Produk Inovasi Unhas Kantongi Izin Edar BPOM
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Dari Laboratorium ke Pasar, 15 Produk Inovasi Unhas Kantongi Izin Edar BPOM
Nusantara

Dari Laboratorium ke Pasar, 15 Produk Inovasi Unhas Kantongi Izin Edar BPOM

Ada 15 produk yang memperoleh izin edar BPOM berasal dari inovasi pangan berbasis sumber daya lokal, salah satunya VCO, minyak kelapa, roti dan gula aren cair.

Timur
Timur Published 13 Jul 2026, 13:14
Share
4 Min Read
Ilustrasi. VCO minyak kelapa. Foto: tijana drndarski / pexels.
Ilustrasi. VCO minyak kelapa. Foto: tijana drndarski / pexels.
SHARE

IPOL.ID – Universitas Hasanuddin mulai mempercepat langkah hilirisasi hasil riset dengan membawa produk inovasi dosen keluar dari laboratorium menuju pasar. Sebanyak 15 produk inovasi resmi memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Legalitas tersebut membuka peluang bagi produk hasil penelitian untuk diproduksi secara massal, dipasarkan, dan dimanfaatkan masyarakat.

Keberhasilan itu menjadi capaian awal dari target yang lebih besar. Universitas Hasanuddin menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya dapat memperoleh izin edar BPOM hingga akhir tahun ini sebagai bagian dari penguatan hilirisasi hasil penelitian.

Penyerahan sertifikat izin edar dilakukan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) di Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu, 11 Juli 2026. Forum tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha untuk mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk yang siap bersaing di pasar.

Kepala Balai Besar POM di Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan mengatakan hilirisasi penelitian membutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Menurut dia, hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Baca Juga

Menteri Jumhur saat bertemu dengan sejumlah kepala daerah Jawa Barat. Foto: Dok humas
Menteri Jumhur Dorong Daerah Ubah Tantangan Lingkungan Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Balai Kementan Ini Dorong Tata Kelola yang Bersih, Produksi Susu Langsung Naik Dua Kali Lipat
Pemerintah Pastikan Penanganan Kasus Korupsi Berjalan Profesional, Transparan, dan Berkeadilan

“Kolaborasi ini penting agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Produk yang lahir dari proses hilirisasi akan memberikan dampak ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Yosef.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, mengatakan tantangan terbesar perguruan tinggi saat ini bukan lagi menghasilkan penelitian, melainkan memastikan hasil riset dapat memenuhi persyaratan regulasi sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

Ia menilai izin edar BPOM menjadi salah satu tahapan penting yang selama ini kerap menjadi hambatan bagi produk inovasi kampus.

“Kita patut berbangga karena salah satu persoalan utama selama ini adalah izin edar. Produk obat maupun pangan hasil riset sering kali berhenti pada tahap penelitian. Hari ini kita membuktikan bahwa inovasi kampus dapat memperoleh legalitas. Tahun ini kami menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh izin edar,” ujar Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah paten maupun publikasi ilmiah. Lebih jauh, perguruan tinggi dituntut menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian.

Karena itu, kata dia, kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, mengatakan lembaganya kini tidak hanya menjalankan fungsi sebagai regulator, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Menurut dia, proses penerbitan izin edar menjadi bagian dari upaya membangun industri berbasis riset yang memiliki daya saing.

“BPOM tidak sekadar memberikan stempel. Kami ingin memastikan produk hasil hilirisasi dapat berkembang, dipasarkan secara nasional, bahkan memiliki peluang untuk diekspor ke pasar global,” kata Taruna.

Ia menambahkan percepatan hilirisasi hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Sebanyak 15 produk yang memperoleh izin edar BPOM berasal dari inovasi pangan berbasis sumber daya lokal. Produk tersebut meliputi roti, Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, gula aren cair, gula aren kubus, gula aren serbuk, sarabba, olahan rumput laut, mi rumput laut, cendol rumput laut, brownies rumput laut, muffin rumput laut, bakso rumput laut, nugget rumput laut, serta minuman Ginger Creamy.

Produk-produk tersebut dikembangkan oleh enam peneliti Universitas Hasanuddin, yakni Prof. Amran Laga, Prof. Syahidah, Prof. Sartini, Dr. Sitti Fakhriyyah, Dr. Kasmiati, dan Irwan.

Universitas Hasanuddin menyebut pencapaian ini sebagai tahap awal penguatan hilirisasi inovasi di lingkungan kampus. Saat ini, sedikitnya 15 dosen pengusung lainnya tengah menyiapkan pengajuan izin edar BPOM untuk produk yang mereka kembangkan. Melalui percepatan proses legalisasi tersebut, Unhas berharap semakin banyak hasil penelitian yang tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi produk yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (tim)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bahan pangan lokal, inovasi, izin edar BPOM, Kabinet Merah Putih, kampus, Kemdiksaintek, produk lokal, unhas, Universitas Hasanuddin
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Febrie Adriansyah Foto: ipol.id Sandang Status Tersangka, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Next Article Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menghadiri acara Syukuran 46 Tahun Dekranas di Makassar. Foto: Ist Kenakan Baju Bodo, Tri Tito Hadiri Acara Syukuran 46 Tahun Dekranas di Makassar

TERPOPULER

TERPOPULER
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. Foto: Parlementaria
Headline

DPR Bantah Tolak RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Justru Kita Gaspol

Ekonomi
Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta
13 Jul 2026, 10:29
Ekonomi
Indonesia Tuntaskan Misi di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis
13 Jul 2026, 09:27
Jabodetabek
Senin 13 Juli 2026, Berikut Ini Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling bagi Warga Bekasi
13 Jul 2026, 07:26
Ekonomi
BPJS Ketenagakerjaan dan IWAPI Jakarta Utara Perkuat Perlindungan Pelaku UMKM
13 Jul 2026, 12:33
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?