IPOL.ID – Sisa-sisa reruntuhan menganga lebar di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejak atap dan dinding bangunan utamanya ambruk pada November 2024, hingga kini tak ada tanda-tanda perbaikan yang terlihat hingga hari Selasa (21/7/2026).
Dua tahun berlalu, bangunan sekolah itu kini meninggalkan bekas kenangan belajar mengajar di antara tumpukan puing seolah menjadi bangunan mati yang dibiarkan begitu saja di tengah kawasan kota metropolutan Jakarta.
Informasi yang dihimpun, di lokasi menunjukkan pemandangan sungguh memprihatinkan. Besi-besi kerangka penyangga atap melintir tak beraturan, saling menumpuk dan menjulang miring seolah tak sanggup lagi menahan beban yang pernah dipikulnya.
Tak ayal, genting-genting tanah liat pecah berantakan berserakan di lantai, bercampur dengan puing plafon yang usang dan lapuk. Kemudian, potongan kayu jendela, hingga tumpukan buku pelajaran dan alat tulis yang kini tertutup debu tebal berwarna kelabu.
Meja dan kursi belajar yang dulu menjadi tempat siswa menimba ilmu masih tersusun rapi di posisinya, namun kini terkubur sebagian oleh reruntuhan atap yang jatuh menimpanya.
