IPOL.ID – Dalam upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kegiatan ekspor-impor serta peran Bea dan Cukai dalam meningkatkan perekonomian nasional dan mendukung perdagangan internasional, Bea Cukai Tanjung Priok berikan edukasi ekspor-impor bagi mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutera.
Kunjungan Binus ini difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. Dan diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi di Ruang Integritas KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan sesi kunjungan lapangan ke Terminal Peti Kemas New Priok Container Terminal (NPCT 1).
Dalam sesi kelas, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai profil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, peran dan fungsi Bea Cukai sebagai revenue collector, trade facilitator, dan community protector, serta gambaran umum proses kepabeanan di pelabuhan. Selain itu, disampaikan pula materi terkait pengawasan, ketentuan larangan dan pembatasan (lartas).
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Niko Budi Dharma, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kepada mahasiswa merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Upaya tersebut sejalan dengan arahan pimpinan Kementerian Keuangan agar informasi mengenai kepabeanan dan cukai dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pemahaman publik,” ujar Niko.
Pada sesi kunjungan lapangan, mahasiswa diajak melihat langsung aktivitas kepabeanan di kawasan pelabuhan, termasuk proses pengawasan peti kemas dengan menggunakan alat pemindai.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab, baik saat pemaparan materi maupun selama kunjungan lapangan berlangsung.
Beberapa pertanyaan yang menguat antara lain terkait legalitas bisnis jasa titipan, prosedur penjaluran pemeriksaan fisik/dokumen, ketentuan pemusnahan barang tegahan, serta ketentuan barang bawaan penumpang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai peran strategis Bea Cukai dalam menjaga kelancaran arus barang, mengamankan perbatasan, dan mendukung perekonomian nasional.
Bea Cukai Tanjung Priok berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kepabeanan dan cukai di masyarakat. (Irma/adv)
