IPOL.ID – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap ekspor nasional seiring membaiknya permintaan global dan meningkatnya kebutuhan produk tekstil berkelanjutan.
Namun, untuk memanfaatkan momentum tersebut, industri perlu memperkuat daya saing melalui penguatan rantai pasok, modernisasi produksi, serta dukungan pembiayaan ekspor. Indonesia Eximbank Institute mencatat permintaan global terhadap produk tekstil hulu, seperti benang, kain tenun, dan kain rajut, mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2025.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri tekstil nasional untuk meningkatkan penetrasi pasar internasional, meski pangsa ekspor Indonesia masih menghadapi tekanan dari meningkatnya daya saing negara China, India, dan Vietnam.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, LPEI menyelenggarakan LPEI Export Forum (LEF) Bandung bertema Membangun Rantai Pasok Garmen yang Kompetitif dan Berkelanjutan untuk Pasar Global di akhir Juli 2026 lalu. Forum ini mempertemukan pelaku industri tekstil dan garmen, eksportir, pemasok, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas prospek pasar global sekaligus strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia.
