IPOL.ID– Dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat koordinasi lintas lini instansi. Penguatan sinergi tersebut dilakukan guna memastikan penanganan karhutla efektif.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penguatan koordinasi dilakukan sebagai langkah antisipatif guna pencegahan agar dampak karhutla yang tengah terjadi di wilayah Kalimantan Tengah tidak meluas.
Berdasarkan data terbaru, luas lahan terdampak kebakaran di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektar. Kondisi itu menjadikan Kalteng sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
“Ini perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami dari kementerian/lembaga, TNI, dan Polri, serta pemerintah daerah bergerak sesuai tugas pokok masing-masing. BNPB diamanatkan pegang komando saat tanggap dan siaga darurat turun langsung untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berjalan optimal,” kata Kepala BNPB Suharyanto setelah Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026) malam.
