Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Fraksi PDIP Minta Klarifikasi Disdik DKI Kasus Intoleransi di Lingkungan Sekolah
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Fraksi PDIP Minta Klarifikasi Disdik DKI Kasus Intoleransi di Lingkungan Sekolah
Politik

Fraksi PDIP Minta Klarifikasi Disdik DKI Kasus Intoleransi di Lingkungan Sekolah

Farih
Farih Published 10 Aug 2022, 23:31
Share
3 Min Read
5aeb67c4 cb52 41f9 83e4 9d6a9a8bf2d9
Fraksi PDIP DPRD DKI menggelar rapat bersama Disdik DKI, mengklarifikasi adanya laporan intoleransi di lingkungan sekolah. Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) DKi untuk mengklarifikasi adanya laporan dugaan intoleransi di lingkungan sekolah. Salah satunya terkait adanya laporan siswa dipaksa untuk berhijab.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo, mengatakan, fraksinya menerima menerima 10 aduan terkait dugaan aksi intoleransi di lingkungan sekolah negeri di Jakarta. Aduan itu dihimpun dalam dua tahun terakhir.

“Jadi ada 10 case yang kita ungkapkan,” ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo saat rapat bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Asisten Pemerintahan DKI Jakarta pada Rabu (10/8/2022).

Politisi muda PDIP ini, memandang praktik dugaan intoleransi dapat menimbulkan preseden buruk terhadap kota Jakarta yang penduduknya plural. Dia mengibaratkannya dengan fenomena gunung es.

“Fraksi PDIP menganggap Jakarta itu halaman Indonesia, ibu kota negara. Kalau di Jakarta intoleran masih terjadi, tentu itu akan menjadi preseden yang tidak baik untuk daerah-daerah yang lainnya, apalagi kita telah dibaluti atau dibingkai dengan nama NKRI,” ungkapnya.

“Beberapa fenomena atau tren di DKI Jakarta yang kita selama ini selalu anggap fenomena gunung es. Artinya, ini adalah beberapa hal saja yang muncul di permukaan,”sambungnya.

Mengenai aduan dugaan intoleransi, loyalis Megawati Soekarnoputri ini menjelaskan, sejumlah aduan telah dilakukan mediasi ke stakeholder terkait. Adapun aduan datang dari sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA atau SMK.

Salah satu yang disinggung Rio ialah soal kasus viral guru SMAN 58 Jakarta Timur yang memaksa siswanya memilih Ketua OSIS nonmuslim pada 2020. Kemudian, ada pula kejadian murid kelas VII SMP Negeri 46 Jakarta yang ditegur karena tak mengenakan jilbab di lingkungan sekolah.

“Berikutnya, di SMP Negeri 46 yang tempo hari viral di medsos. Berikutnya, di SD Negeri 2 Jakpus, SMK Negeri 6 Jaksel, SMP 75 Jakbar, berikutnya SMPN 74 Jaktim, kemudian SDN 03 Tanah Sareal, SMP Negeri 250 Jaksel. Jadi ada 10 case. Jadi ini harus ada penjelasan Pak Asisten dan Bu Kadis,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memastikan telah menindaklanjuti laporan aduan dugaan intoleransi di lingkungan sekolah negeri Jakarta.

Adapun penindakan dilakukan dengan berbagai cara tergantung kasusnya, dari pembinaan hingga pemberian sanksi sampai mutasi bagi oknum guru yang melakukan intoleransi.

“Beberapa case yang disampaikan, SMP 46, pada saat itu yang kami fokuskan kalau sudah terjadi, jangan sampai ada anak yang merasa tidak nyaman di sekolah. Anak ini terlindungi,” ujar Nahdiana.

“Anak-anak di SMA 58 (misalnya), ketika ada larangan tidak boleh memilih Ketua OSIS, gurunya sudah dimutasi juga karena masukan tidak cukup dengan hukuman disiplin,” ujarnya.(Apes)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: disdik dki, fraksi PDIP, Intoleransi
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article ebbc2794 6ab3 4c1e a384 1835dd0cead8 Usut Korupsi Tower Transmisi, Pihak PLN Diperiksa Secara Bergulir di Kejagung
Next Article 61a80633 405e 435a 8f9e cbe49fec743c Assessment Dinyatakan Rampung, LPSK Tentukan Nasib Perlindungan Istri Sambo Pekan Depan

TERPOPULER

TERPOPULER
paspor
Headline

Meski Tarif Naik, Ratusan WNI Tetap Ajukan Lepas Kewarganegaraan

Nasional
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Kasatgas Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program kepada Kepala Daerah
21 Jul 2026, 20:55
Headline
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
22 Jul 2026, 08:53
HeadlineHukum
Pasca OTT di Lombok Barat, KPK Tetapkan Bupati Hingga Swasta sebagai Tersangka
21 Jul 2026, 23:20
Jakarta Raya
ABTI DKI Jakarta Resmi Dilantik, Joshua Franklin Siahaan: Kita Kolaborasi Untuk Prestasi Bola Tangan
22 Jul 2026, 12:56
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?