“Masyarakat senang, di sana juga ditanam alpukat durian dan sebagainya. Dulu hutan lindung itu rusak. Sekarang sudah hijau dan bahkan hasil hutannya Rp 400 juta. Hutan lindung harus mampu melindungi. Cara melindungi hutan bisa dengan meningkatkan nilai tambah. Seperti menanam buah, alpukat, durian,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti dari Kemitraan, Herry Sulityo mengatakan, faktor penyebab deforestasi, untuk profit. Karena itu perlu ada aturan yang melarang deforestasi.
“Motivasi orang untuk tidak melakukan deforestasi karena ada kebijakan yang melarang deforestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M. Syarif mengatakan, saat ini, sudah banyak literatur yang mengkaji tentang deforestasi dan menjelaskan penyebab deforestasi. Tetapi belum banyak yang menjelaskan faktor penurunan deforestasi itu dalam studi yang lebih detil.
“Oleh karena itu, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan melakukan studi yang dapat mengelaborasi faktor-faktor penjelas fenomena penurunan deforestasi di Indonesia. Selain itu, studi ini juga mencoba membuat simulasi turning point deforestasi dalam skenario implementasi kebijakan penurunan deforestasi,” ujarnya.
