Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: GeNose Didesak Disetop, Adian Napitulu Sebut akan Melukai Rakyat Kecil
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > GeNose Didesak Disetop, Adian Napitulu Sebut akan Melukai Rakyat Kecil
Nasional

GeNose Didesak Disetop, Adian Napitulu Sebut akan Melukai Rakyat Kecil

Iqbal
Iqbal Published 25 Jun 2021, 19:59
Share
3 Min Read
adian 1
Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu. Foto: ist
SHARE

indoposonline.id – Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu, menolak jika lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air dikaitkan dengan akurasi alat deteksi virus Corona menggunakan pernapasan besutan anak bangsa, GeNose C19 atau Gadjah Mada Electric Nose.

Adian mengatakan, patut dipertanyakan beberapa desakan yang menginginkan penggunaan GeNose dihentikan. Sebab, jika GeNose tidak akurat, seharusnya lonjakan kasus COVID-19 sudah terjadi 1-2 dua bulan lalu.

“Itu pernyataan yang berdasarkan data, rasa atau kepentingan? Menurut saya kalau berdasarkan data jika GeNose menjadi penyebab, maka harusnya lonjakan terjadi setidaknya 1 atau 2 bulan setelah GeNose dipergunakan atau sekitar bulan Maret atau April 2021 bukan Juni,” kata Adian, Jumat (25/6).

Faktanya, lanjut dia, bulan Maret dan April justru kasus COVID justru ada di titik terendah. “Landai sekali. Saya melihat mereka yang mengkambinghitamkan Genose tanpa data bisa jadi hanya menduga duga. Hanya dapat dari ‘katanya’ atau ‘infonya’, tanpa pegang data yang valid. Atau bisa juga bagian dari kelompok yang memiliki kepentingan politik maupun bisnis,” tudingnya.

Baca Juga

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlokasi di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jaksel. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan
KPK Berpeluang Jerat Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana CSR BI, Bidik Anggota Komisi XI DPR
Komisi VII DPR Dorong Skema Royalti Lagu Ditinjau Ulang
Komisi VII DPR Tegaskan Komitmen Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Papua Barat Daya

Adian mengatakan, adanya GeNose merupakan bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat. Terbukti, penggunaan GeNose digemari masyarakat karena tidak harus dicolok hidungnya seperti tes PCR atau antigen, harga tes pun terjangkau yakni berkisar Rp30.000.

Oleh karena itu, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, menghentikan penggunaan GeNose akan melukai rakyat kecil yang harus tetap beraktivitas mencari nafkah di masa pandemi. “Genose dengan harga yang terjangkau dibandingkan antigen menjadi bukti bahwa negara hadir untuk semua rakyat, tidak hanya untuk si kaya saja. GeNose diizinkan digunakan pasti ada prosesnya, apalagi dari Kemenkes juga sudah kasih izin,” tandasnya.

“Ketika Genose ditiadakan, yang paling terpukul sebenarnya rakyat kecil juga, yang tetap harus beraktivitas untuk mencari nafkah. Berikutnya, perjalanan akan berbiaya tinggi dan memengaruhi mobilitas manusia yang berikutnya bisa memukul perekonomian,” kilah Adian.

Lebih lanjut dikatakan, GeNose merupakan alat uji yang paling murah dan bukan murahan, apalagi asal-asalan. Buktinya, Genose teruji dan izin edarnya dikeluarkan Kemenkes (KEMENKES RI AKD 20401022883).

Kehadiran Genose juga membawa dua sisi positif, yakni bisa dijangkau oleh beragam kalangan. Di sisi lain membantu negara untuk melakukan identifikasi mereka yang terpapar virus dengan cepat dan murah.

Adian juga tak memungkiri kemungkinan adanya persaingan bisnis antara GeNose dan antigen. “Sangat mungkin walaupun konspirasi konflik itu sulit dibuktikan, namun aromanya bisa tercium,” klaimnya.

Dia mengutarakan, sebaiknya GeNose maupun segala bentuk dan jenis alat tes lainnya dibiarkan digunakan. Dengan catatan selama alat itu memenuhi standar.

Adian mengusulkan, penggunakan GeNose sebaiknya tidak hanya digunakan di bandara atau stasiun. Tapi juga diterapkan di terminal, pasar, mal, kelurahan, dan berbagai tempat umum.

“Sehingga akses masyarakat deteksi dini terhadap COVID-19 semakin terbuka dengan harga yang juga terjangkau,” pungkasnya. (bas)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: anggota dpr, Cegah Covid-19, GeNose C19, komisi vii dpr
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article AXA Mandiri Vaksinasi Warga Bali Dukung Bali Bangkit
Next Article masker malam 1 Gawat, Satu Pekan Sebanyak 3.061 Warga Terjaring Tak Pakai Masker di Jakarta Selatan

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260513 WA0071
HeadlineOlahraga

AVC Men’s Volleyball Champions League 2026: Bhayangkara Presisi Hajar  Zhaiyk 3-1

Gaya hidup
SIAL Interfood Kembali Diselenggarakan di Indonesia Sebagai Bagian dari Jaringan SIAL Global
13 May 2026, 19:44
Jakarta Raya
Wibi Andrino Terima Audiensi Relawan Jakarta Maju Bersama, Dorong Kolaborasi Anak Muda untuk Masa Depan Jakarta
13 May 2026, 19:42
HeadlineOlahraga
Wow, Janice Tjen Jadi Unggulan Pertama Grand Prix SAR Maroko Open 2026 
13 May 2026, 21:01
News
Viral! Siswa di Gunungkidul Kini Sulit Pulang Sekolah Imbas Harga BBM
13 May 2026, 20:05
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?