Dijelaskannya, aksi perampokan itu diotaki Hendrik Tampubolon (38), warga Jalan Paluh Kemiri, Lubuk Pakam, Deli Serdang. “Tersangka HT adalah otak pelaku. Dia juga residivis, perampok antar propinsi Sumut-Riau dengan menggunakan senjata api,” katanya.
Panca mengatakan, Hendrik Tampubolon sangat berpengalaman. “Dia yang membuat skenario. Melapisi tangan dengan hansaplas agar sidik jari tidak dapat dikenali. Sepeda motor yang digunakan merupakan hasil kejahatan dari kawasan Rokan Hulu dan Honda Beat hasil rampokan di Percut Sei Tuan,” beber Kapoldasu.
Jenderal bintang dua itu juga mengatakan, kawanan pelaku itu bertindak terlatih dan berupaya mencuri perhatian agar seolah-olah pelaku berasal dari salah satu satuan keamanan.
“Mereka bertindak profesional, berlagak aparat dengan tujuan alibi masyarakat tertuju kalau pelakunya merupakan oknum aparat,” jelas Panca. Namun, berkat profesionalitas tim dilapangan didukung alat bukti seperti rekaman CCTV dan saksi, maka upaya pengalihan isu kepada oknum aparat dapat terbantahkan. Kelima pelaku ini adalah masyarakat sipil,” tegas Kapoldasu.
