Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Misteri 2.0
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Disway > Misteri 2.0
Disway

Misteri 2.0

Pak We
Pak We Published 04 Sep 2021, 06:15
Share
9 Min Read
DISWAY
SHARE

Coba saja. Negara mana yang mau menyusui terus-menerus tanpa tahu kapan akan berakhir.

Afghanistan praktis tidak punya pendapatan untuk negara. Tidak ada industri. Tidak ada pelabuhan. Tidak ada barang yang bisa diekspor –kecuali opium. Orang pintarnya pun banyak yang mengungsi.

Bayangkan, pendapatan dari pajaknya didominasi dari pajak opium. Mencapai 10 persen. Persentase itu kelihatan besar karena keseluruhan penerimaan pajaknya memang sangat kecil.

Saya pernah ke pusat tanaman opium di segitiga emas Thailand-Burma. Bersama Tomy Winata. Pakai pesawat khusus. Kami ingin melihat sukses Thailand mengubah pusat opium itu menjadi perkebunan buah almond. Untuk diekspor. (Baca Disway: Di Mana Pohon Besar).

Baca Juga

polisi arab saudi tangkap
Polisi Saudi Tangkap 18 Warga Pakistan dan Afghanistan di Mekkah: Palsukan Iqama, Kartu Nusuk, dan Gelang Haji
Analisis BMKG: Gempa M 6.0 di Afghanistan Dipicu Sesar Chaman Fault
Lebih dari 600 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

Kisah sukses itu terdengar sampai Afghanistan. Ingin meniru. Tim dari Thailand sudah diundang ke pusat opium di Afghanistan. Sudah merancang kebun apa saja selain opium. Sebagai percontohannya. Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan program itu.

Tentu sekarang ini muncul banyak problem berat di Afghanistan. Siapa lagi yang mau membantu dana –ketika pemerintah justru di tangan Taliban. Yang mengakui saja baru dua: Tiongkok dan Rusia. Yang lain masih tunggu apakah janji Taliban dipenuhi: lebih terbuka dan moderat.

Previous Page12345678Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: afghanistan, Dahlan Iskan, taliban
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 58531 real madrid Lima Klub Top Liga Spanyol Jalin Kesepakatan Dengan Operator Sportsbook Terkemuka di Asia
Next Article ilustrasi hujan deras Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Landa Sejumlah Wilayah

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260514 WA0113
HeadlineHukum

Kasus Tambang PT AKT, Kejagung Tahan Bos PT CBU

Gaya hidupHeadline
Simak Sejumlah Manfaat Cabai yang Jarang Diketahui
14 May 2026, 19:28
Politik
NasDem Soroti Layanan Kesehatan Jakarta yang Dinilai Masih Jauh dari Harapan
14 May 2026, 17:28
Headline
AFC Hukum Persib Rp3,5 Miliar dan Sanksi Tanpa Penonton
14 May 2026, 13:21
Headline
Disorot karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf
14 May 2026, 15:33
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?