Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Misteri 2.0
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Disway > Misteri 2.0
Disway

Misteri 2.0

Pak We
Pak We Published 04 Sep 2021, 06:15
Share
9 Min Read
DISWAY
SHARE

Salah satu masalah berat di sana adalah: bagaimana cara mengakomodasikan 160.000 tentara pejuang Taliban ke dalam sistem ketentaraan nasional. Itu terjadi di mana pun pasca revolusi.

Di Indonesia, di awal kemerdekaan dulu, begitu sulit menampung tentara pejuang kemerdekaan seperti itu. Ada syarat umur. Pendidikan. Jenjang latihan.

Tidak semua tentara pejuang memenuhi syarat masuk tentara reguler. Muncullah kisah seperti tecermin dalam Jenderal Nagabonar. Lahirlah istilah eks KNIL dan eks tentara pejuang seperti PETA. Saling tuding: Peta menuding KNIL pengkhianat. KNIL menuding PETA tentara amatir.

Kesulitan lain: bahan bakar. Tapi kekurangan BBM mungkin bisa dibantu Iran. Demikian juga kekurangan listrik. Selama ini listrik Afghanistan dicukupi dari Iran. Atau dari Tajikistan dan Uzbekistan. Ada transmisi listrik antar-negara.

Baca Juga

polisi arab saudi tangkap
Polisi Saudi Tangkap 18 Warga Pakistan dan Afghanistan di Mekkah: Palsukan Iqama, Kartu Nusuk, dan Gelang Haji
Analisis BMKG: Gempa M 6.0 di Afghanistan Dipicu Sesar Chaman Fault
Lebih dari 600 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

Kemampuan Afghanistan memproduksi listrik memang hanya 600 MW. Hanya sama dengan satu provinsi Kalsel. Di sana memang besar sekali potensi listrik tenaga air. Tapi baru ada beberapa PLTA skala kecil.

Previous Page12345678Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: afghanistan, Dahlan Iskan, taliban
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 58531 real madrid Lima Klub Top Liga Spanyol Jalin Kesepakatan Dengan Operator Sportsbook Terkemuka di Asia
Next Article ilustrasi hujan deras Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Landa Sejumlah Wilayah

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260514 WA0113
HeadlineHukum

Kasus Tambang PT AKT, Kejagung Tahan Bos PT CBU

Gaya hidupHeadline
Simak Sejumlah Manfaat Cabai yang Jarang Diketahui
14 May 2026, 19:28
Politik
NasDem Soroti Layanan Kesehatan Jakarta yang Dinilai Masih Jauh dari Harapan
14 May 2026, 17:28
Headline
Disorot karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf
14 May 2026, 15:33
Headline
Kisah Menginspirasi Mbah Mardi, Berusia 103 Tahun Tetap Semangat Menuju Tanah Suci
14 May 2026, 14:47
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?