“Dua lembaga ini (LADI dan KOI) yang seharusnya memang dilakukan evaluasi. Apalagi kita tahu bahwa LADI itu dalam setahun kemarin saja sudah tiga kali (ganti) kepengurusan. Pak Menpora pun geram terhadap hal ini,” ujar Roy.
“Jadi saya dukung beliau kalau beliau harus melakukan evaluasi terhadap LADI dan KOI karena saling berkoordinasi dan WADA itu juga berkoordinasi dengan KOI,” tambahnya.
WADA kata Roy Suryo, pada dasarnya bisa diajak komunikasi. Apalagi Indonesia sudah memiliki lab anti doping tahun 2013 di lingkungan ITB bekerjasama dengan British Anti Doping.
“WADA dalam catatan saya meski tegas tetapi pada dasarnya bisa diajak komunikasi. Apalagi mereka tahu semenjak 2013 Indonesia sebenarnya serius sampai membuat Lab Anti Doping yang saya resmikan,” jelasnya.
Tapi, lanjut Roy Suryo, penyelesaian dengan lobi ini jangan jadi kebiasaan. Sebab, Indonesia seharusnya patuh aturan.
“Makanya saya support Menpora Zainuddin Amali untuk tegas dan lakukan evaluasi menyeluruh terhadap LADI dan juga KOI,” harapnya.
