Pada 18 Januari lalu, Gus Kautsar dan Gus Salam telah menyampaikannya perihal mundur dari PBNU pada pertemuan di Lirboyo.
Seperti diketahui sejumlah figur di jajaran PWNU Jatim mendapat amanah untuk memperkuat jajaran kepengurusan PBNU periode lima tahun ke depan.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf beberapa waktu lalu telah mengumumkan gerbong kepengurusan masa khidmat 2022-2027. Di barisan nama yang ada terselip nama Prof Akh Muzakki (Sekretaris PWNU Jatim sebagai Wakil Sekjen PBNU), KH Reza Ahmad Zahid (Wakil Ketua PWNU Jatim sebagai Wakil Sekjen PBNU, termasuk juga KH Anwar Iskandar (Wakil Rais PWNU Jatim sebagai Wakil Rais Aam PBNU).
Kemudian, sebut Antara, nama-nama lain adalah Prof Abd A’la, KH Ahmad Fahrur Rozi, dan KH Ma’shum Abdullah Faqih serta kader lainnya.
Atas kenyataan itulah, PWNU Jawa Timur menggelar pertemuan khusus di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, rapat gabungan syuriah dan tanfidziah. Pertemuan berlanjut dengan rapat gabungan di PWNU Jatim, pada 25 Januari 2022.
Pada kesempatan tersebut, Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafruddin Syarif mengingatkan pentingnya NU berjalan sesuai aturan AD/ART yang berlaku.
