Demi mempertahankan tren positif tersebut, Sigit menekankan saat ini dan ke depannya, pihaknya akan memastikan stok solar bersubsidi terjamin ketersediaannya. Pihaknya juga akan mengawal penyaluran serta penggunaannya agar tepat sasaran kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan.
“Ini yang akan kami jaga. Sehingga di lapangan solar subsidi tetap tersedia dan solar industri dipenuhi dengan solar-solar yang memang dipersiapkan untuk industri. Sehingga keberadaan minyak, solar, BBM yang secara riil. Stok sebenarnya tercukupi. Ini yang betul-betul kita jaga dan pertahankan,” tandas Sigit.
Kapolri mengungkapkan, dalam rapat tersebut memang ditemukan fakta bahwa terjadinya peningkatan terhadap kebutuhan solar bersubsidi. Menurut dia, hal itu diakibatkan adanya fenomena kenaikan terhadap tren produktivitas komoditas industri jenis tertentu.
Tak hanya itu, Sigit menyatakan, perang yang melanda Ukraina dan Rusia juga menjadi salah satu faktor berkurangnya ketersediaan minyak dan gas di seluruh dunia, termasuk Indonesia terkena dampaknya.
