Padahal fakta bahwa rukyat tidak mungkin bisa menghasilkan sebuah kalender yang proleptik (berlaku pasti untuk masa panjang, minimum 30-50 tahun ke depan). Dengan bahasa lain, menurut Tono Saksono, sesederhana apapun landasan saintifik perhitungannya, sebuah kalender haruslah disusun sebagai hasil sebuah hitungan (hisab).
Solusi Kalender Islam Global
Beberapa ulama memberikan gagasan bagaimana kriteria kalender Islam global yang harus disusun. Mereka menggunakan hisab sebagai metode penentuan awal bulan. Nidlal Qassum, pria kelahiran Al-Jazair ini menawarkan Kalender Islam Global dengan konsep qudro-zonal, yakni kalender yang membagi dunia tempat berlaku kalender menjadi empat zona penanggalan, yaitu zona Asia Selatan-Timur-Tenggara, zona Asia Kecil, zona Afrika-Eropa, dan zona Atlantik-Amerika.
Ulama lain yang menawarkan konsep Kalender Islam Global adalah Mohammad Ilyas. Kalender yang ditawarkan cendekia dari Malaysia ini berkonsep trizonal, yakni sistem penanggalan yang membagi dunia menjadi tiga zona tanggal, yaitu zona Asia Tenggara, zona Timur Tengah-Eropa dan zona benua Amerika. Pemikiran Ilyas ini menyumbangkan satu gagasan penting tentang Kalender Islam Global, yaitu gagasannya tentang kalkulasi imkanu rukyat global yang menghasilkan kurve tampakan secara global.
