Para ibu anggota kelompok perajin jamu gendong “Seruni Putih” merupakan generasi ketiga dan keempat perajin jamu gendong di Padukuhan Kiringan Canden. Menurut Bu Mur, perajin jamu gendong pertama kali di Kiringan bernama Mbah Joparto. Beliau sebagai abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Meski Mbah Joparto awalnya sebagai buruh batik, tetapi karena sering diminta pihak kraton membuatkan jamu, maka warga Kiringan ini lantas memiliki keterampilan membuat jamu dari ramuan tanaman empon-empon.
Dari keterampilannya membuat jamu dan berkah dari kraton, Mbah Joparto mengawali usahanya sebagai perajin jamu gendong di Padukuhan Kiringan Canden. Dia meramu jamu di rumah dan ditawarkan ke masyarakat dengan digendong, berjalan kaki. Makanya terkenal dengan sebutan jamu gendong. Kini Padukuhan Kiringan menjadi sentra perajin jamu gendong. Dalam satu padukuhan ada 132 orang perajin jamu gendong.
Lurah Canden H Beja SH MH Li merasa bangga dengan para perajin jamu gendong di Padukuhan Kiringan. Karena dengan jamu gendong, banyak masyarakat umum maupun pejabat, baik dari daerah maupun pusat yang datang ke Kalurahan Canden. “Pada 7 Oktober 2022, ada tujuh kementerian yang datang langsung ke Kalurahan Canden,” ujar Beja dengan bangga.
