“Ada keringat kader PDI Perjuangan dari yang berdasi hingga Kader PDI Perjuangan yang menjadi sopir angkutan umum, petani, nelayan dan sebagainya”.
“Pertanyaan saya selanjutnya, judul tendensius dan manipulatif di media itu sebenarnya mewakili kepentingan siapa? Apakah kepentingan dari tujuan ideal media massa yang menyajikan objektifitas tanpa kenyinyiran atau kepentingan agar laris manis atau mungkin mewakili kepentingan pemilik modal media itu yang konon ngebet mencalonkan Calon Presiden yang konon akan menjadi antitesa Jokowi atau mungkin terkait isu Resuffle, judul berkonotasi adu domba itu mungkin dianggap dapat mencegah “ancaman” Reshuffle,” tambahnya.
Apapun motif dan tujuannya, tentu menyedihkan jika media yang harusnya menjadi pilar demokrasi dalam praktiknya justru menjadi pilar ambisi, media yang idealnya menjadi corong kebenaran dalam faktanya menjadi corong kepentingan. Tragis ketika media tidak lagi menjadi alat membangun kecerdasan massa tapi murni menjadi alat propaganda berebut kuasa.
