“Saya paham, setumpuk prestasi Ibu Megawati mungkin membuat banyak ego terganggu. Bagaimana tidak, dia seorang perempuan tetapi memimpin partai terbesar di negara dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia, perempuan yang berkali beradu ide dengan para pemimpin partai lain tapi partai yang dipimpinnya tetap unggul di sekian banyak pemilu, dia perempuan yang pernah mengalami kejamnya Orde Baru saat sebagian besar sesama tokoh lain justru bermesraan dengan Orde Baru, dia Perempuan yang berkali berhadapan dengan kekerasan bahkan senjata dan mampu melewati semuanya dengan menang gemilang,” ucap Adian.
Dari semua catatan istimewa itu, dia (Adian) hingga saat ini tetap percaya bahwa jika sekadar kata dari bibir manusia tak akan mampu menggoyahkan apalagi menghilangkan peran sejarahnya bagi Indonesia. (Joesvicar Iqbal)
