Regresi logit digunakan memprediksi kemungkinan seorang anak bakal kembali setelah berhenti berperilaku merokok.
Muhammad Abdul Rohman, Tim Riset PKJS-UI menuturkan, pun sama-sama ada kenaikan harga, pembelian rokok per bungkus menunjukkan cenderung turun smoking relapse lebih curam pada anak dibanding pembelian ketengan.
“Ini menunjukkan pembelian rokok per bungkus memiliki dampak lebih besar mencegah smoking relapse pada anak, dibanding pembelian ketengan,” kata Rohman, Kamis (2/2).
Para penanggap dari beberapa Kementerian telah merespons hasil penelitian PKJS-UI. Renova Glorya Montesori Siahaan, Perencana Ahli Madya/Koordinator Kesehatan Masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan, Bappenas mendukung berbagai upaya diarahkan menurunkan prevalensi perokok anak.
Menurutnya, tantangan menurunkan prevalensi perokok anak tak mudah. Anak sangat dipengaruhi faktor lingkungan (selain akses dan harga). Banyak kajian yang sudah mendukung faktor harga strategis menurunkan prevalensi perokok anak.
