Dia mengungkap, stok kedelai lokal minim karena sekarang banyak petani yang enggan bercocok tanam kedelai. Mereka memilih komoditas lebih menguntungkan untuk digarap.
Pemerintah hanya dapat mengimbau petani untuk menanam kedelai tanpa dapat mencari solusi meningkatkan produksi kedelai lokal agar tercipta ketahanan pangan.
Dampaknya harga kedelai impor naik mengikuti pasar bebas, produsen tempe tahu dibuat kelabakan harus merogoh modal lebih banyak dalam membeli bahan baku utama tersebut.
“Setau saya harga kedelai lokal sekarang malah lebih mahal dari kedelai impor. Saya enggak tahu pasti harganya sekarang tapi pokoknya lebih mahal. Saya juga heran kenapa harganya lebih mahal,” keluhnya.
Selain masalah stok, Idar menambahkan, produsen tahu lebih memilih kedelai impor sebagai bahan baku karena kedelai cenderung butuh proses lebih lama agar bisa diproduksi.
Dicontohkannya, kedelai lokal yang pernah dibelinya di pasar masih tergolong basah. Jadi butuh waktu terlebih dahulu dijemur agar bisa digunakan dalam memproduksi tahu.
