Jadi tak sulit untuk memutuskan siapa yang salah dari dugaaan kasus ini. Apalagi saksi, terduga, dan barang bukti lainnya masih ada dan lengkap. Lalu kenapa masalah menjadi dibuat seperti sangat sulit?
Sangat sulit diselesaikan barangkali menyangkut kepentingan politik. Anies sebagai bacapres 2024 yang telah didukung resmi oleh Nasdem dan PKS. Sehingga membuat tarik menarik dalam proses penyelesaiannya. Hal seperti ini sebelumnya pernah terjadi pada diri Anies Baswedan. Saat itu jelang Pilkada DKI, Anies pun pernah mendapat tuduhan korupsi usai dirinya diberhentikan dari jabatan Mendiknas.
Dugaan keterlibatan korupsi Anies di Mendiknas saat itu menjadi sorotan publik luas, sementara KPK pasca dugaan kasus itu terkesan lamban memproses dan memutuskannya, mirip seperti kejadian di dugaan Formula E ini. Akibat itu, nama Anies saat itu semakin populer. Sedangkan proses penyelesaiannya dugaan korupsinya di KPK lambat.
Popolaritasnya saat itu menguatkan dirinya ketika bersaing dengan kandidat lainnya di Pilkada DKI. Popularitas Anies dan terganjalnya petahana Basuki Tjahaya Purnama akibat penistaan Agama (surat Al Maidah) membuat jalan Anies Baswedan mulus menuju DKI 1.
