Data tersebut terdiri dari nama, email, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, tempat kerja, dan lainnya. Peretas ini juga melampirkan 100.000 sampel dari klaim 19 juta data teretas.
BPJS Ketenagakerjaan pun tak tinggal diam. BUMN itubakan menindaklanjuti kabar ini secara serius, sebagai bentuk tanggung jawab pengelola data peserta. “Update perkembangan tentang kejadian ini akan kami laporkan kepada publik secara berkala,” kata Oni. (Yudha Krastawan)
