Terkait LCS sendiri, salah satu langkah konkretnya adalah penggunaan QRIS untuk transaksi keuangan. Selain itu, kanjut Nella, penggunaan mata uang lokal ASEAN juga bisa dimanfaatkan untuk transaski perdagangan. “Kami meminta AMRO (Lembaga pengawasan ekonomi regiona, ASEAN+3 Macroeconomic Research Office, -red) untuk mengkaji apa dampaknya bila LCS ini dilakukan secara massif di dalam perdagangan dan pariwisata,” ujar Nella Sri Hendriyetty.
Berlianto Situngkir, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kemenlu RI dalam acara yang sama mengatakan Indonesia yang saat ini didapuk sebagai Keketuaan ASEAN, tentu memiliki keleluasaan menyosialisasikan arah kebijakan kawasan. Hal itu diserukan dalam 3 pilar ASEAN sebagai bentuk sosialisasi KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT yang digelar 9-11 Mei 2023 ini.
“Tiga pilar utama itu terkait ASEAN sebagai Epicentrum of Growth yakni recovery building, digital economy, dan sustainability untuk kawasan ASEAN,” ujar Berlianto.
Tiga pilar tersebut diwujudkan di antaranya dalam bentuk penguatan arsitektur kesehatan (one health initiative dan pendanaan darurat kesehatan), ketahanan pangan dan energi di kawasan, ekosistem kendaraan listrik, stabilitas keuangan kawasan dan digitalisasi ekonomi.
