Tiga pilar tersebut sejauh ini sudah dibahas dalam pertemuan pendahuluan pra KTT ASEAN yang sudah digelar. Di antaranya pertemuan tingkat tinggi menteri ekonomi ASEAN di Magelang Jateng, serta pertemuan Menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN.
“Tiga pilar tersebut juga sudah dibahas dalam pertemuan high level seminar internasional beberapa waktu lalu di tanah air,” ungkapnya.
Sebagai tambahan, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan selain terkenal tangguh, Asia Tenggara juga merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat. Maraknya bisnis e-commerce turut menopang berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara. Hal ini dibuktikan hingga akhir2022 lalu, ekonomi digital Asia Tenggara mampu mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD200 miliar.
Selain itu, Menkeu menambahkan bahwa ekonomi digital juga berkontribusi menciptakan 160 ribu pekerjaan langsung dan 30 juta pekerjaan tidak langsung, serta menyumbang 5%-10% PDB kawasan Asia Tenggara pada tahun 2022.
