Benda-benda bersejarah itu saat ini menjadi koleksi Museum Nasional Kebudayaan Dunia dan Rijksmuseum.
“Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Konteks Kolonial kini sedang mempertimbangkan permintaan lebih lanjut dari Indonesia, Sri Lanka dan Nigeria dan nantinya akan mengeluarkan rekomendasi atas permintaan ini,” ujar Jaef.
Namun, Jaef mengaku tidak mengetahui pasti berapa banyak lagi benda bersejarah yang akan dikembalikan ke Indonesia.
“Seperti yang Anda ketahui, ini sebenarnya tergantung pada keputusan pemerintah Indonesia,” jelas Jaef.
Sementara itu, Sekretaris Negara Urusan Kebudayaan dan Media Gunay Uslu mengatakan momentum ini bukan hanya soal pengembalian barang bersejarah, tetapi juga dimulainya kembali periode kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia dan Sri Lanka di berbagai bidang, baik penelitian, presentasi, dan pertukaran antarmuseum.
“Ini adalah momen untuk memandang masa depan,” ucap dia dalam keterangannya.
Indonesia pada tahun lalu meminta Belanda mengembalikan sejumlah koleksi benda-benda seni dan ilmu pengetahuan bersejarah yang masih disimpan di sejumlah museum negara itu karena dianggap diambil secara paksa saat perang.

