“Kita sedang menyeleksinya karena harus bertahap. Kita akan prioritaskan dulu yang nilai historisnya penting,” jelas Sri.
Prioritas benda-benda itu, terang Sri, utamanya artefak-artefak dari masa Hindu dan regalia keraton-keraton yang mengandung pengetahuan penting bagi sejarah peradaban Nusantara.
Perlu perawatan
Sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia Asep Hambali mengatakan pengembalian ini menjadi kabar baik bagi Indonesia dan bukti pemerintah Belanda menepati janjinya.
Namun di sisi lain, Indonesia juga harus menyambut dengan mempersiapkan pengelolaan benda-benda berharga tersebut dengan baik.
Secara teknis, ucap Asep, benda-benda bersejarah tersebut membutuhkan tempat penyimpanan dan perawatan yang tepat sehingga bisa dijaga kelestariannya.
“Pengembalian benda-benda ini juga berarti fasilitas penyimpanan dan pengelolaan di Indonesia sudah dianggap baik,” ujar Asep.
Selain itu pemerintah juga harus mulai menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat terhadap benda-benda budaya.

