Dia menyebutkan, pihaknya menggandeng Museum of Toys untuk mewujudkan konsep pameran seni tak biasa itu. Mereka mengajak dua seniman muda sedang naik daun, Peter dan Arkiv untuk melakukan homage atau penghormatan terhadap karya seniman besar tanah air, Basuki Abdullah.
Peter dan Arkiv melakukan homage masing-masing satu untuk dua karya seni Basuki Abdullah. Peter membidani lahirnya karakter Redmiller Blood selama 6 tahun terakhir mengangkat karya homage berjudul ‘Final Destiny’ dan ‘Soaring in the Sky’.
“Saya melihat dua karya Basuki Abdullah ini secara spiritual ingin mengangkat sebuah semangat perjuangan. Maka itu, saya tampilkan sosok Redmiller pada dua karya saya kali ini, yang satu naik kuda dan satunya lagi naik pesawat kardus,” ujar Peter.
Dua karya dosen DKV di Universitas Maranatha Bandung itu mau menggambarkan realita anak muda zaman ini, mudah insecure, mentalnya sangat rapuh, dan tidak percaya diri karena tekanan sosial di sekitar mereka. Peter tak ragu mengangkat isu besar ‘mental health’ dalam lukisannya.
