“Sayangnya, dalam proses mengejar standar tersebut, banyak anak muda yang rela mengorbankan identitas aslinya dengan menggunakan topeng yang dirasa perlu untuk mencapai pencapaian tersebut”.
Akibatnya, banyak anak muda yang kesehatan mentalnya terganggu dikarenakan dia tidak menjadi dirinya sendiri sehingga mengalami kelelahan mental.
“Hal itu terutama terjadi dikarenakan oleh tuntutan pergaulan di mana dia berada,” ulas seniman muda yang sudah berpameran di Shanghai, Hong Kong, New York, Australia, dan Korea Selatan itu dan karya seninya sudah dikoleksi kolektor mancanegara.
Namun, masih melalui karyanya, Peter mau mengajak anak muda agar kembali ke jati diri mereka. Seberat-beratnya tekanan hidup, baik sosial maupun ekonomi, selama roda kehidupan ini berputar, selalu ada harapan untuk maju dan berkembang.
Sedangkan Arkiv, lebih menonjolkan karakter domma dalam homagenya terhadap lukisan Basuki Abdullah kali ini. Dia mengaku terhormat dan tersanjung mendapat kesempatan menginterpretasikan karya old master ke dalam goresan pop art.
