“Bisfenol A menghadirkan risiko yang lebih luas bagi kesehatan kita daripada yang pernah dipikirkan sebelumnya,” kata Leena Ylä-Mononen, direktur eksekutif EEA.
“Kami harus menanggapi hasil penelitian ini dengan serius dan mengambil tindakan lebih lanjut di tingkat UE, untuk membatasi paparan terhadap bahan kimia yang mengancam kesehatan penduduk Eropa,” kata Leena.
BPA bukan hanya digunakan dalam kemasan, tetapi juga dalam resin epoksi yang digunakan dalam lapisan pelindung di kaleng makanan dan tangki. Zat kimia ini dapat bermigrasi dalam “jumlah sangat kecil” ke makanan dan minuman dalam wadahnya, dengan potensi dampak pada sistem kekebalan, hormon, metabolisme, kesuburan, dan regulasi glukosa.
Sebelumnya, UE telah melarang penggunaan BPA dalam kemasan makanan dan minuman yang ditujukan untuk bayi dan anak di bawah tiga tahun, serta botol makanan bayi berbahan plastik keras polikarbonat sejak tahun 2011.
Pada Juni lalu, Komisi Eropa sudah mengumumkan inisiatif untuk melarang BPA dalam semua ‘bahan kontak makanan’, termasuk kemasan plastik dan berlapis. Ini sebagai tanggapan terhadap laporan dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa atau European Food And Safety Authority (EFSA) yang memperbarui risiko kesehatan BPA pada pangan.

