Ia pun berbagi pandangan dirinya perihal soal politik kepada Grace. “Dan yang jelas kalau bicara soal politik ya, politik itu adalah bagaimana kita membahagiakan orang lain, dan sebelum kita membahagiakan orang lain kita perlu membahagiakan diri sendiri dulu.” Lanjutnya tegas menjawab.
Respon yang diberikan oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Gadjah Mada ini menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan berpikir yang lebih matang daripada kebanyakan orang seumurannya, serta memiliki keterampilan berbicara di depan umum yang baik. Hal ini memungkinkan Grace Tohir dan masyarakat online untuk memahami dengan jelas cara berpikir Alam Ganjar.
Cara dan gaya berbicara Alam Ganjar tampak sangat mirip dengan ayahnya, menunjukkan bahwa dia mungkin sering berinteraksi dengan ayahnya atau mengagumi ayahnya tersebut. Dari kemampuan berbicaranya yang impresif, banyak netizen yang memuji dan berpendapat bahwa Alam dianggap lebih kompeten daripada Kaesang dan Gibran.
Alam juga tidak menunjukkan sikap yang anti-politik, karena dia tumbuh dan besar dalam lingkungan yang terkait dengan karier politik ayahnya. Alam memiliki pandangan yang jelas terkait masalah ini dan bahkan menanggapinya dengan menanyakan mengapa batas usia untuk menjadi calon wakil presiden tidak diturunkan menjadi 21 tahun sekaligus.(Muhamad Solihin)
