Saat ini, Zohri mengaku kondisinya sudah hampir pulih. “Sudah 95 persen dan tidak trauma juga. Saya tidak mau banyak berpikir. Saya punya cara menghibur diri karena saya percaya penyakit itu muncul ketika kita banyak berpikir,” kata Zohri.
Namun, yang paling memengaruhi adalah porsi latihan yang dijalani pemuda 23 tahun ini. Akibat cedera, ia sempat absen di latihan karena menjalani rangkaian terapi penyembuhan. “Setelah SEA Games beberapa minggu sempat terapi, terus dengar berita ada tryout di Tianjin. Tapi cedera ini sebenernya sempat membuat saya tidak latihan, yang mungkin akibatnya memengaruhi teknik,” ujar Zohri.
Juara dunia junior ini mengaku penampilan di Asian Games Hangzhou menjadi pembelajaran berharga, terutama untuk tampil di Olimpiade Paris. Zohri harus mampu membukukan 10 detik untuk tampil di lintasan Paris, dan target tersebut masih menjadi ambisinya. Termasuk, menjadi pelari Indonesia pertama yang mampu menembus catatan waktu di bawah 10 detik.
“Tentu (tidak berubah target saya). Sekarang saya harus menjaga kondisi agar tidak cedera lagi, tidak banyak pikiran sehingga bisa mencapai tujuan itu,” kata Zohri yakin.
