Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa
Opini

Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa

Timur
Timur Published 08 Oct 2023, 07:39
Share
5 Min Read
Rangkong Badak.
Rangkong Badak (Buceros_rhinoceros). Foto: wikipedia/Singapore Zoo
SHARE

Oleh: Adi Putra Surya Wardhana

IPOL.ID – Jalur Rempah bukan sekadar jalur niaga, melainkan jalur yang menyuguhkan kekayaan alam Nusantara. Keanekaragaman fauna khas Nusantara di sepanjang rute mampu memukau hati kaum musafir. Menurut catatan Cina, salah satu jenis fauna yang menciptakan kesan mendalam adalah burung khas Nusantara.

Keindahan bentuk tubuh dan warna bulunya menjadi daya pikat. Kicauannya menenangkan hati para musafir yang melintas. Berdasarkan penelitian Ferraro et al. (2020), kicau burung memang memiliki efek positif bagi kesehatan mental. Tak heran, masyarakat Nusantara era Hindu-Buddha gemar menangkap burung, bukan untuk dimakan, melainkan untuk dijadikan peliharaan atau penghiburan. Orang Jawa mengistilahkannya sebagai klangenan.

Beberapa prasasti di Jawa era Hindu-Buddha mencatat kegemaran masyarakat untuk menangkap burung. Prasasti Gulung-Gulung, Prasasti Linggasuntan, Prasasti Muncang, dan Prasasti Anjukladang adalah beberapa sumber kuno yang menyebut tentang keberadaan profesi makalala (pembuat jerat) dan mamisandung manuk (pembuat perangkap burung). Prasasti-prasasti tersebut juga menyebutkan tentang pajak yang dikenakan kepada profesi-profesi tersebut (Setrawati, 2009: 71–74). Artinya, profesi penangkap burung diakui keberadaannya oleh raja-raja Jawa.

Baca Juga

van aroma
Van Aroma-FedEx Kolaborasi Kenalkan Minyak Atsiri Berkelanjutan Indonesia ke Mancanegara 
12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Burung rangkong, dinasti China, jalur perdagangan, jalur rempah, Ma Huan, rempah-rempah
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Buah bit. Ingin Hindari Risiko Pikun? Coba Konsumsi Buah Bit
Next Article Tour of Kemala 2023 sukses di gelar di hari pertama dengan menghadirkan 400 peserta. Foto: ist Hari Pertama Tour of Kemala Race 128 Km Sukses Digelar

TERPOPULER

TERPOPULER
Semen Padang FC vs Persebaya Surabaya. Foto: Ileague
Olahraga

Cukur Semen Padang 7-0, Tavares Justru Kritik Permainan Persebaya

Nasional
Hari Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijjah 1447 H
17 May 2026, 11:45
Kriminal
Manusia Silver Todong Pengendara di Kuta Diciduk Polisi
17 May 2026, 14:21
Nasional
Miris! Dugaan Child Grooming Terjadi di Dunia Pendidikan
17 May 2026, 12:23
Headline
Prabowo Respons Santai Rupiah Anjlok, Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar
17 May 2026, 10:55
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?