Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa
Opini

Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa

Timur
Timur Published 08 Oct 2023, 07:39
Share
5 Min Read
Rangkong Badak.
Rangkong Badak (Buceros_rhinoceros). Foto: wikipedia/Singapore Zoo
SHARE

Dari beragam jenis burung tangkapan, rangkong atau enggang (Buceros sp.) menjadi salah satu yang paling diminati. Di Nusantara, burung rangkong tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sumba, Sulawesi, dan Papua. Jenis rangkong terbanyak berada di Sumatra (Whitten et al., 1987: 318, 485; Siccama, 1939).

Menyitir Pradita dalam Sains VS Mitologi: Pengenalan dan Klasifikasi Burung dari Sudut Pandang Masyarakat Lokal dan Ornitolog (2021: 20), burung rangkong Sumatra dapat ditemukan di Palembang, Riau, dan wilayah lain di pulau emas itu. Beberapa masyarakat adat Nusantara menginterpretasi arti burung rangkong sebagai burung keramat bernilai sakral. Sakralitas burung rangkong diungkapkan melalui ukiran, tarian, dan pakaian adat (Sahertian, 2021).

Pada era Hindu-Buddha, keistimewaan burung rangkong juga diakui oleh para raja antar-negeri, termasuk Kaisar Cina. Hal ini dibuktikan dengan adanya catatan Cina yang mendeskripsikan tentang arti burung rangkong. Catatan tersebut ditulis oleh Ma Huan, sang juru catat dan bahasa Laksamana Cheng Ho. Dalam Yingyai Shenglan (1416), Ma Huan menyebutkan burung rangkong di tengah-tengah narasi tentang Palembang yang dijuluki negeri surga kuno. Bagi musafir Cina, Sumatra memang bagaikan surga karena kekayaan flora dan fauna.

Previous Page12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Burung rangkong, dinasti China, jalur perdagangan, jalur rempah, Ma Huan, rempah-rempah
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Buah bit. Ingin Hindari Risiko Pikun? Coba Konsumsi Buah Bit
Next Article Tour of Kemala 2023 sukses di gelar di hari pertama dengan menghadirkan 400 peserta. Foto: ist Hari Pertama Tour of Kemala Race 128 Km Sukses Digelar

TERPOPULER

TERPOPULER
Semen Padang FC vs Persebaya Surabaya. Foto: Ileague
Olahraga

Cukur Semen Padang 7-0, Tavares Justru Kritik Permainan Persebaya

Headline
Xabi Alonso Sepakat Latih Chelsea
17 May 2026, 10:15
Kriminal
Manusia Silver Todong Pengendara di Kuta Diciduk Polisi
17 May 2026, 14:21
Gaya hidup
Ramalan Zodiak 17 Mei: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan hingga Keuangan
17 May 2026, 14:53
Nasional
Miris! Dugaan Child Grooming Terjadi di Dunia Pendidikan
17 May 2026, 12:23
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?