“Tapi warga enggak ada yang kenal sama korban, umurnya sekitar 28 sampai 30 lah. Ngomongnya orang Purwakarta, Jawa Barat. Warga juga pas menolong takut juga (salah memberi penanganan),” kata Satiri.
Mendapatkan laporan dari warga, jajaran Polres Metro Jakarta Timur yang tiba langsung cepat menghubungi unit Ambulans Gawat Darurat (AGD) Sudin Kesehatan untuk melakukan penanganan.
Kepala Tim Patroli Kota (Patko) Polres Metro Jakarta Timur, Aiptu Doni Handoko mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan awal tim AGD Sudin Kesehatan, korban diduga mengalami patah tulang.
“Sepertinya bagian belakang merasa sakit, karena tadi dari pihak AGD tidak berani untuk memiringkan atau menelentangkan (tubuh korban) takut malah jadi sesak napas,” ujar Doni.
Guna penanganan medis lebih lanjut, korban kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati.
Lebih jauh, mengenai motif korban melompat, Doni menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara saksi dan rekaman CCTV kejadian korban diduga berbuat nekat karena mengalami frustasi.
