Dikatakannya, Wenny juga sudah menjadi Direktur Keuangan PT Jawa Pos sejak sebelum tahun 2000. Pada tahun 2006 dia ditunjuk jadi Direktur Utama PT Jawa Pos sampai tahun 2020. Setelah itu dia diangkat sebagai komisaris utama PT Jawa Pos sampai sekarang.
Wenny yang tahu apa alasan yayasan tersebut dibubarkan dan apa alasan saham 20 persen milik yayasan, yang tercatat sebagai saham di PT. Jawa Pos dititipkan kepada Dahlan Iskan.
“Saham 20 persen itu kemudian oleh Dahlan Iskan dibagi-bagikan kepada semua pemegang saham eksisting Jawa Pos pada 2016. Wenny dan Dahlan Iskan termasuk yang mendapatkan bagian dari bagi-bagi saham itu,” pungkasnya. (tim)

