Dipaparkan Hanggoro, PDIP juara di Pemilu Tahun 2014 dengan meraih 18,95% dan di 2019 PDIP juara 1933%. Namun untuk 2024 nanti, survei (LSI) November akhir (dua bulan sebelum Pileg 2024) posisi PDIP dilampaui Gerindra.
Elektabilitas Gerindra saat ini sebesar 19,5%, PDIP 19,3%. Jika Gerindra mampu mempertahankan keunggulannya sampai Pileg 2024 nanti, maka akan menjadi akhir dominasi PDIP selama 10 tahun ini.
“PDIP bisa saja gagal hattrick, gagal menjadi juara 3 kali pileg berturut-turut,” ujar Hanggoro.
Hanggoro menjelaskan, penurunan suara PDIP terjadi karena blunder serangan PDIP ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penolakan sepak bola dunia U-20 dan penyebutan presiden sebagai petugas partai.
Kenaikan suara Gerindra terjadi karena adanya kenaikan dukungan dari pemilih yang puas terhadap Jokowi, dan Prabowo semakin populer.
“Jika tren itu terus berlanjut, dukungan PDIP bisa kembali ke era sebelum Jokowi jadi Presiden,” jelasnya.
Dari kategori pengguna sosial media, Gerindra unggul di pengguna Whatsapp dan Facebook. PDIP unggul di Youtube. Tiktok, Instagram, Twitter pilihan partainya lebih banyak ke partai di luar lima besar.
