“Jadi sebagus apapun teorinya, substansinya mau disuguhkan tapi jika tampilannya kurang menarik, kurang asyik juga dan nilainya akan minus,” ucapnya.
“Sebaliknya, tampilannya menarik dengan gimik-gimik tapi kalau disampaikan kurang padat juga akan kurang asyik,” tambahnya.
Jadi kombinasi substansi dengan tampilan penting, bisa tampilan berupa gimik, kostum sebagus mungkin, cara berbicara, humor seperti apa, menyerangnya seperti apa, sedangkan di luar substansi ini mempengaruhi kualitas.
“Karena sering kali capres-cawapres, ketika ngegas kurang krusial, seperti soal isu pilkada lalu, padahal substansinya soal hukum. Tapi menariknya disitu, padahal substansinya disini, jadi tampilan gimik tak kalah penting dengan substansi,” tutup Hanggoro. (Joesvicar Iqbal/msb)
