“Bagi mereka yang sudah punya pilihan, statment apa yang dia tonton pada debat itu dia dukung, dia anggap menang,” katanya.
Soal perubahan pilihan, sambungnya, mungkin saja berubah tapi tidak signifikan. Bagi pendukung Prabowo misalnya melihat Anies ambil menyerang (saat debat), pendukung Prabowo bisa saja semakin militan untuk membela (Prabowo) sebagai pilihan mereka.
Bagi pendukung Anies ketika Anies menyerang Prabowo, mereka semakin bersemangat, langkah itu dinilai oleh para pendukung Anies oke. Jadi mereka sudah mempunyai posisinya masing-masing. Apa yang dilakukan, didukung sudah oke dan ideal sehingga itu tidak berubah signifikan.
“Begitu halnya saat debat cawapres nantinya, terutama Gibran diunderestimate, diekspektasikan rendah, tidak menguasai, tidak diharapkan terlalu tinggi. Begitu tampil tinggi maka itu bisa menjadi surprise dan ini harus diwaspadai oleh Mahfud dan Muhaimin”.
Menurutnya, debat itu ada dua hal paling penting, pertama, substansi yang didiskusikan, kedua, penampilan maupun tampilan.
