Berikut adalah beberapa situasi penggunaan lampu hazard yang tidak tepat, sebagaimana diberikan oleh informasi resmi dari Divisi Humas Polri
Menyalakan Lampu Hazard saat Hujan Deras
Saat hujan deras turun, mungkin terlintas dalam pikiran untuk menyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan. Namun, sebenarnya hal ini tidak diperlukan dan bahkan bisa menimbulkan kebingungan bagi pengemudi di belakang Anda.
Lampu hazard dapat menghalangi lampu sein yang sebenarnya lebih penting untuk memberikan tanda arah. Sebaiknya, gunakan lampu utama dan tetap berkendara dengan hati-hati.
Saat Berjalan Lurus di Persimpangan Jalan
Saat hendak berjalan lurus di persimpangan jalan, sebaiknya hindari menyalakan lampu hazard. Tindakan ini dapat membuat pengemudi lain tidak memahami arah perjalanan Anda jika lampu sein juga tidak menyala.
Menyalakan saat Kabut
Saat melintasi wilayah yang berkabut, sebaiknya hindari menyalakan lampu hazard. Lebih baik gunakan lampu kabut atau fog lamp yang dirancang khusus untuk situasi seperti ini.
Menyalakan Lampu Hazard di Lorong Gelap
Ketika melintasi lorong yang gelap, menyalakan lampu hazard tidak akan memberikan banyak manfaat. Sebaliknya, lebih baik menggunakan lampu senja atau lampu utama. Lampu merah di bagian belakang mobil akan menyala untuk memberi tanda bahwa ada kendaraan di depan.
