“Kebetulan di jam pelajaran pertama besok senam. Jadi senam biar santai, semua guru mendampingi peserta didik. Agar mereka (anak-anak) melihat ada orang dewasa di tengah mereka,” katanya.
Salikun menambahkan, dalam kegiatan belajar pada Selasa (30/1) esok hari, pihaknya bakal lebih fokus melakukan langkah-langkah pendampingan agar anak-anak tidak mengalami dampak buruk akibat kejadian.
Diharapkannya, dengan langkah-langkah yang sudah disiapkan anak-anak dapat melupakan kejadian, dan mereka dapat segera mengikuti kegiatan belajar secara normal.
“Dibuat senang dengan bernyanyi senyaman mungkin. Ice breaking (mencairkan suasana), melupakan yang kemarin. Untuk esensi materi (belajar) bisa diselipkan di dalam proses tadi,” tukasnya.
Sebelumnya, sejumlah murid pada satu SDN di wilayah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur diduga mengalami kesurupan massal saat mengikuti upacara bendera pada Senin (29/1) pagi.
Reaksi yang ditunjukkan para murid di lapangan saat upacara bendera tersebut berbeda-beda, di antaranya ada yang berteriak, diam, lemas, dan lainnya sehingga situasi sempat tidak kondusif.
